Jumat, 15 Juli 2011

MAS KOKI (GOLD FISH)



Ikan mas koki merupakan salah satu jenis ikan hias yang digemari atau disukai oleh pencinta ikan hias. Ikan yang berasal dari negeri cina ini memiliki bentuk tubuh yang sangat lucu dan mampu menyegarkan mata. Santai dan kalem sewaktu berenang mampu membuat hati siapa saja yang melihatnya menjadi adem ayem seperti berteduh dibawah pohon rindang disertai tiupan angin sepoi-sepoi.
Di Indonesia ikan ini sudah sangat memasyarakat karena bentuknya yang lucu, harganya tidak terlalu mahal dan perawatannya tidak begitu sulit. Bentuk dari mas koki ini sebenarnya tergolong sederhana, namun karena perkawinan silang yang dilakukan oleh beberapa pembudidaya sehingga muncullah bentuk-bentuk yang semakin unik. Keunikan itu terlihat dari bentuk tubuh (bulatnya badan, semakin bulat semakin indah), warna yang semakin beragam, mata yang melotot dan banyak lagi.

A.    Sistematika Mas Koki
  • Ordo               : Ostariophysoidei
  • Sub-ordo        : Cyprinoidea
  • Famili              : Cyprinidae
  • Genus              : Carassius
  • Spesies            : Carassius auratus


B.     Jenis-Jenis Mas Koki
  • Oranda. Jenis ini memiliki bentuk tubuh yang gendut dan bagian punggungnya terlihat bongkok dan turun ke ekor dan kepala. Sirip ekor panjang dan lebar sedangkan sirip punggung, dada, dan perut berukuran sedang. Mas koki jenis oranda ini biasanya berwarna merah kecuali sebagian besar bagian ekor, sedikit bagian perut dan bagian kepala.
  • Fantail. Bentuk tubuh mas koki jenis ini hampir sama dengan mas koki oranda hanya saja bagian kepala mas koki ini lancip. Bentuk ekornya seperti kipas dan biasanya warna ikan merah cerah kecuali bagian perut berwana merah kemilau.
  • Red cap. Mas koki jenis ini memiliki tubuh seperti oranda sedangkan ekornya sama seperti fantail. Mas koki red cap ini berwarna putih bersih kecuali bagian kepala ditutupi dengan berwarna merah.
  • Chocolate. Sesuai dengan namanya, mas koki ini seluruh tubuhnya berwarna coklat termasuk bagian siripnya. Bentuk tubuh mas koki ini hampir sama dengan fantail walaupun tidak begitu sama.
  • Bubble eye. Mas koki ini hampir sama dengan oranda hanya saja mas koki ini tidak memiliki sirip punggung. Warna mas koki ini tidak begitu merah menyala atau lebih tepatnya berwarna orange dari bagian kepala sampai punggung sedangkan bagian sirip dan perut berwarna kuning pudar. Pada mata mas koki ini terdapat selaput berisi udara sehingga mas koki ini disebut si mata balon.
  • Teleskop. Memiliki posisi mata mengarah ke atas membuat ikan ini diberi nama mas koki teleskop. Karena posisi mata seperti jenis mas koki ini menggambarkan sebuah teleskop.
  • Mutiara. Bentuk tubuh ikan ini bundar seperti bola kasti. Karen pada tubuh mas koki ini terdapat totol-totol putih menyerupai mutiara maka mas koki ini disebut mas koki mutiara.

C.    Teknik Budidaya Mas Koki
Sebelum melaksanakan kegiatan pemijahan, kita harus mengetahui sifat-sifat yang dimiliki oleh mas koki. Mas koki terkenal dengan sifatnya yang lamban dan suka merusak tanaman dan hiasan akuarium. Oleh karena itu beberapa pmbudidaya koki menyarankan agar koki yang ditaruh di akuarium tidak perlu diberi tanaman air. Sebagai hiasan cukup diberi gambar tanaman air yang dipasang diluar akuarium. Satu hal lagi yang harus diperhatikan sebaiknya di dasar akuarium jangan diberi pasir karena ikan ini suka mengaduk-aduk.
Walaupun ikan ini suka merusak tanaman air namun ikan ini cinta damai (tidak suka mengganggu ikan jenis lain. Sebaiknya ikan ini tidak dicampur dengan jenis ikan lain yang lebih agresif daripada mas koki. Jika hal itu terjadi bisa jadi ekor mas koki akan compang-camping seperti gembel karena dirusak oleh temannya. Karena sifatnya sudah diketahui maka mari kita teruskan ke proses budidayanya.
1.  Wadah pemijahan

-          Bak atau kolam pemijahan 1,5 x 1 m dengan kedalaman 30 cm. Dimana tinggi air dalam bak atau kolam 15-20 cm.
-          Akuarium berukuran 80 x 40 x 40 cm dengan kedalaman 20 cm.
-          Air untuk mas koki biasanya sama dengan sumber air untuk jenis ikan hias lainnya. Yang terpenting dalam jernih karena mas koki menyukai air jernih. Untuk sumber air bisa dari PAM asalakan air tersebut sudah diendapkan minimal 24 jam sebelum digunakan.
2.  Pemilihan induk
Berdasarkan pengalaman pembudidaya ikan, umur induk yang sudah siap untuk dipijahkan sebaiknya diatas 7 bulan. Membedakan induk jantan dan betina untuk mas koki agak sulit. Tapi perbedaan itu bisa terlihat dengan meraba sirip dada. Jika terasa kasar dan nampak ada bintik-bintik putih berarti ikan itu jantan. Akan tetapi jika sebaliknya berarti itu ikan betina.
Untuk mengetahui apakah induk sudah siap memijah atau belum, bisa diketahui dengan cara meraba perut si betina. Kalau perutnya sudah gendut tetapi masih terasa keras, itu pertanda telur belum matang. Namun, jika perut yang gendut itu sudah terasa empuk si betina sudah dekat untuk dipijahkan. Menurut petani, setiap 20 hari sekali ikan ini akan mengeluarkan telur yang sudah siap dibuahi.
3.      Pemijahan
Untuk memperlancar pemijahan, ketinggian air di tempat pemijahan harus diperhatikan betul. Meski dikatakan ikan ini menyukai temperatur rendah, saat memijah ia membutuhkan suhu hangat berkisar antara 27-300 C. Untuk memperoleh suhu inilah maka ketinggian air di dalam tempat pemijahan ditekan sampai 15-20 cm.
Selain itu karena mas koki bertelur menempel maka harus disediakan tempat untuk melekatkan telurnya sebelum menetas jadi burayak. Tempat penempel telur ini cukup enceng gondok yang sudah dibersihkan. Selain sebagai penempel telur, tanaman ini juga akan menambah keromantisan bulan madu mas koki tersebut. Dan bagi yang memijah dalam akuarium, akuarium itu harus dipindah dari rumah. Tepatnya taruhlah di pekarangan yang aman dari sentuhan anak-anak.
Biasanya, jika induk yang kita masukkan sudah matang gonad, sore hari kita masukkan, subuh atau pagi sekali mas koki itu sudah memijah, setelah semalaman kejar-kejaran. Untuk mencek apakah sudah memijah atau belum, esok harinya cobalah angkat enceng gondok itu. Kalau mas koki sudah memijah, maka pada akar enceng gondok akan nampak bintik-bintik jernih.
Jika sudah memijah segeralah pindahkan kedua induk mas koki ke wadah pemeliharaan induk. Jika terlambat memindahkan, telur-telur itu bisa habis dimakan oleh induk mas koki tersebut. Biasanya setelah ditunggu dua hari telur akan menetas menjadi burayak seukuran jarum.
4.      Pembesaran
Sampai umur 6 hari bayi-bayi mas koki tersebut tidak perlu diberi perlakuan apapun. Seminggu setelah itu baru mulai ditagani mulai dari pemberian pakan berupa kutu air yang disaring. Kutu air itu berupa dapnia, moina dapat diperoleh di toko-toko yang menjual ikan hias. Selain itu di awal bisa diberi pakan kuning telur rebus yang dilarutkan didalam air.
Agar benih-benih tersebut tetap sehat dianjurkan untuk mengganti air kolam atau akuarium 3 kali seminggu, terlebih bagi yang tidak memiliki filter atau aerator. Jika burayak tersebut terlihat terlalu padat dapat dilakukan penjarangan karena biasanya mas koki dapat bertelur antara 2000-3000 butir. Setelah burayak berumur20 hari pakan dapat diganti dengan jentik nyamuk. Biasanya mas koki umur 20 hari ke atas sudah dapat dipasarkan.

1 komentar: